Filosofi Sebuah Lukisan (Sebuah Analisis Filosofis Mengenai Pemuda)
Filosofi Sebuah Lukisan (Sebuah Analisis Filosofis Mengenai Pemuda)
Oleh: S.H @Saibatul_hamdi11
Sebuah lukisan
adalah wujud ekspresi perasaan dari seorang pelukis. Suatu lukisan dapat
menggambarkan pribadi seorang pelukis maupun pesan yang ingin disampaikan oleh
seorang pelukis kepada orang lain yang melihat lukisan itu. Sebuah lukisan
memiliki komposisi warna yang bermacam-macam, ada warna dasar dan ada warna
tambahan sebagai unsur yang penting dalam sebuah lukisan. Sebelum melukis,
biasanya seorang pelukis membuat sketsa terlebih dahulu untuk lukisannya agar
terlihat rapi dan hasilnya juga memuaskan. Dengan berbagai paduan teknik,
bahan, media lukis, serta objek lukisan yang tepat maka lukisan yang dihasilkan
akan terlihat indah dan berkualitas.
Lukisan itu
ibarat gambaran dari kehidupan, yang mana kehidupan ini dipenuhi dengan
berbagai warna. Ada yang mendasar dan ada pula yang datang kemudian. Sketsa
kehidupan ini selalu ada, artinya hidup ini harus ada sketsa yang dijadikan sebagai
pijakan dalam mengambil keputusan disetiap hal. Setelah membuat sketsa, lukisan
akan diberi warna yang terdiri dari wana dasar dan tambahan atau variasi.
Ketika kehidupan ini diisi dengan berbagai hal maka terkadang ada hal-hal baru
yang datang kemudian. Warna apapun yang akan dijadikan sebagai warna dasar maka
ia harus menjadi warna yang dominan dan tidak boleh hilang karena ada
warna-warna baru yang ditambahkan.
Kehidupan anak
muda zaman sekarang adalah sesuatu yang hangat dibicarakan karena adanya berbagai
problema ataupun tantangan yang harus dihadapi oleh generasi muda ini. Perkembangan
zaman yang pesat, kecanggihan teknologi, serta dekadensi moral yang marak
terjadi menyebabkan perilaku anak muda zaman sekarang perlu menjadi sorotan dan
perhatian banyak pihak. Jika dikorelasikan dengan sebuah lukisan, maka anak
muda adalah pelukis yang melukis dirinya sendiri. Ia harus memberi warna dalam
hidupnya, namun tidak melupakan warna dasar yang ia miliki. Ia juga harus
membuat sketsa hidupnya agar terarah dan mampu mengambil solusi yang tepat.
Di kehidupan
anak muda, persahabatan dan percintaan adalah sesuatu yang sudah biasa dan
menjadi hal yang urgen. Tanpa keduanya, terkadang kehidupan ini hampa dan
seakan tidak ada warnanya. Akan tetapi, kedua hal itu pula yang kadang
menyebabkan kemerosotan moral anak muda yang tidak bisa mengendalikannya. Warna
yang ia tambahkan adalah warna yang salah dan menghilangkan warna dasar yang ia
miliki. Percintaan yang berlebihan akan menghapus persahabatan yang mulia. Padahal,
sesungguhnya percintaan yang datang belum pada waktunya itu akan merusak moral
serta merusak kepribadian anak muda. Mereka akan menjadi pemuda yang alay,
lebay, malas, dan terlalu berhura-hura dengan cinta yang mereka miliki. Terkadang
mereka berpikiran bahwa cinta yang mereka miliki wajar dan mereka tuangkan
cinta itu dalam sebuah hubungan yang disebut pacaran. Jika kita amati, anak
muda zaman sekarang melukis dengan menggunakan warna yang terlalu banyak dalam
hidupnya sampai warna itu akan menghapus warna dasar dan sketsa hidupnya.
Pemuda yang sangat terbuai oleh cinta akan melupakan segalanya, baik itu tujuan
hidup maupun orang-orang terdekatnya. Ia akan sibuk dengan percintaannya dan
lalai dengan tugasnya.
Filosofi sebuah
lukisan sudah menggambarkan kepada kita bahwa warna yang terlalu banyak
ditambahkan akan menghapus warna dasarnya. Begitu pula dengan pemuda,
percintaan yang terlalu berlebihan belum pada saatnya (belum menikah) akan
menyebabkan tugas-tugas ataupun tanggung jawabnya menjadi terabaikan. Bahkan
lebih ironisnya lagi, akan ada warna-warna buruk yang ditambahkan sehingga
lukisan itu menjadi jelek dan tidak ada harganya. Pemuda terkadang berpikiran
tidak logis, kebahagiaan jangka pendek lebih diprioritaskan dibandingkan dengan
masa depan yang justru akan menciptakan kebahagiaan jangka panjang. Berawal
dari hal yang menurut mereka sepele maka akan menjadi hal yang urgen untuk
diperhatikan dalam kehidupan.
Melihat berbagai
problema yang dihadapi disebabkan oleh dekadensi moral yang semaki marak
terjadi maka perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Masalah ini harus
segera diselesaikan agar tidak banyak pemuda yang terjerumus ke dalam jurang
kemaksiatan. Memang percintaan adalah sesuatu yang wajar dalam kehidupan, namun
penempatan dan waktu yang tepat itu sangat penting untuk diperhatikan.
Percintaan yang datang belum pada saatnya justru hanya akan mengganggu dan
memberikan dampak-dampak negatif untuk kemajuan. Cobalah untuk berpikir jernih
dan melihat ke depan. Masih banyak hal yang harus diselesaikan selain terlena
dengan buaian kata-kata cinta yang sangat menghanyutkan. Lukislah hal-hal yang
baik dalam hidup serta dengan warna yang wajar agar terlihat indah dan
bermanfaat bagi orang lain.
Tulisan ini
sebagai bahan renungan dan peringatan untuk penulis serta pembaca yang membaca
tulisan ini bahwa lukisan dalam hidup kita ditentukan oleh diri kita sendiri.
Ke mana kita harus melangkah, apa yang harus kita lakukan akan kita buat dalam
sketsa lukisan kita. Kemudian sketsa itu kita warnai dengan warna yang wajar
agar tidak ada tinta pekat yang dapat menghapus sktesa dan warna dasar yang
kita miliki. Sesungguhnya kelalaian dapat menghapus tujuan hidup Anda, dapat
membunuh masa depan Anda, dan menghancurkan orang-orang di sekitar Anda. Tali
persahabatan akan lebih mulia dari percintaan jika persahabatan itu membawa
kepada kebaikan. Terakhir, penulis teringat pada sebuah kata-kata hikmah bahwa
air sungai yang mengalir ke laut tidak akan bisa kembali untuk kedua kalinya.
Masa muda adalah masa yang berharga, yang mana harus dimanfaatkan dengan
hal-hal yang baik bukan hanya sekedar bercinta dan terlena dengannya akan
tetapi ada banyak hal yang lebih utama dari semua itu. Ketika datang masa tua,
maka semua akan terlambat dan masa muda telah pergi meninggalkan kita. Sebagaimana
juga terdapat dalam hadits Nabi manfaatkan lima perkara sebelum datang lima
perkara, salah satunya adalah manfaatkan masa muda sebelum datang masa tua.
Wallahu ‘alam

Komentar
Posting Komentar