Averroes Ini Juga Titipan
Averroes Ini
Juga Titipan
Oleh: S. Hamdi
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan
nama, peristiwa dan sebagainya itu merupakan kesengajaan dan dibuat-buat saja.
Atas segala kekhilafan dan kekurangan, penulis memohon maaf yang
sebesar-besarnya.
Namaku Panji, aku adalah mahasiswa IAIN Palangka Raya yang
berasal dari kota Sampit. Di sini, aku tinggal di asrama mahasiswa yang bernama
Averroes Student Hall of Residence. Penanggung jawab dan pembina dari asrama
ini adalah Bapak Rahmad, M.Pd dan Bapak Haryanto Hasan HB, S.sos., MA. Aku
tinggal satu kamar dengan kakak tingkatku yaitu Bang Upry.
Sore itu, kepalaku tergeletak di atas bantal yang sudah
mulai mengeras karena lama tak ku jemur. Peluhku menetes di baju hingga
membasahi sebagiannya. Mataku berkaca-kaca dan pikiranku yang sedang kacau
karena memikirkan uangku yang hilang ketika berangkat kuliah. Ketika itu, aku
berjalan sendiri melewati semak-semak di samping Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan. Tanpa ku sadari, tiba-tiba saja uangku hilang Rp. 50.000. Padahal,
uang itu adalah yang terakhir yang ku punya. Aku tidak ingin merepotkan orang
tua, sehingga aku selalu menghemat pengeluaran. Namun karena uang ini hilang,
maka aku harus memikirkan kembali bagaimana aku bisa memperoleh uang, sedangkan
aku tidak ingin meminta lagi kepada orang tua.
Ditengah ketermenungan itu, bang Upry pun datang
menghampiri.
“ Uuu Ji, kenapa ikam
melamun ja abang lihat neh? (Hai Panji, kamu kok ngelamun aja)” tanya Bang
Upry.
Aku pun terkejut “Eh kd papa Bang (Gak apa-apa Bang)”
Jawabku.
“Nahlah, jangan kaya
itu, kitane sekamar, mun ada masalah bekisah j lawan abang (jangan gitu! Kitakan
satu kamar, kalau kamu ada masalah cerita aja sama abang)” pungkas Bang Upry.
“Hemm, ulun lagi
galau Bang duit uln tadi hilang pas tulak kuliah (Hem, saya sedih Bang, tadi
uang saya hilang ketika mau berangkat kuliah)” jawabku.
“Haw iyakah! Sudah ikam carilah ding? (wah yang bener? Sudah
kamu cari gak?)” tanya Bang Upry.
“Inggih Bang sudah lawas uln mencarinya kadida dapat pang
(iya Bang, sudah saya cari berkali-kali tapi tetap gak ketemu)” jawabku.
“Nah mun kaya itu, ikhlaskan j Panji lain rejeki kam berarti
(kalau begitu, ikhlaskan saja Panji mungkin itu bukan rejeki kamu)” kata Bang
Upry.
“Pian ne kada paham pang kaya apa ulun, ulunne kada handak
menyusahkan orang tuha bang ae, maka nya uln sedih banar. Pokonya uln kada
ikhlas bila sampai ada yang meambil duit to (Kamu gak ngerti sama keadaan ku
Bang, Panji gak ingin menyusahkan orang tua lagi. Awas aja, kalau sampai ada
yang ngambil uang itu, Panji gak ikhlas)” jawabku.
“ Ya Allah Panji, kada boleh kaya itu, ingat Panji, kita
hidup di dunia ini ne semuanya titipan, kadida yang kekal. Ikam, abang, dan
semuanya itu akan kembali kehadirat Allah. semua benda ampun kitane jua
titipan, jabatan, dan sebagainya. Averroes ini pun baya titipan ja panji ae,
bahkan dunia ini pun Cuma titipan. Jadi kita sebagai manusia jangan
takabbur kita baisi ini, baisi itu, kita menjabat jadi ini, jadi itu, karna itu
to kena sirna jua. Karena semuanya ampun Allah, kitane baya menjalankan ja”
ucap Bang Upry.
Aku pun tersadar dan merenungi kembali terhadap apa yang
terjadi padaku. Aku sungguh sangat sombong dengan sesuatu yang ku punya
sehingga aku tidak bisa merelakan sesuatu itu hilang dariku. Padahal, semua itu
hanyalah titipan Allah yang bisa diambil oleh-Nya kapan pun ia mau. Apa yang ku
punya, uang, harta, jabatan dan sebagainya hanyalah titipan dan barangkali itu
hanyalah ujian. Boleh jadi semua itu dapat menjadikanku orang yang sombong dan
tidak bersyukur karena sesungguh-Nya kenikmatan dunia ini hanya tipuan. Aku teringat
sebuah ayat Alquran yang berbunyi:
وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور
Artinya:
“Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” (Qs. Ali Imran: 185).
Wahai kawan,
kita mungkin saat ini menjadi orang yang luar biasa, kita tampan atau cantik, kita
cerdas, kita mempunyai jabatan dan sebagainya. Tetapi ingatlah! Semua itu akan
kembali kepada yang Maha memiliki. Oleh karena itu, janganlah kita menjadi
orang sombong dan angkuh. Tetapi jadilah pribadi yang rendah hati di manapun,
kapanpun kita berada. Sekian ..... disambung dengan cerita-cerita
selanjutnya ya Guys
Tulisan ini
adalah tulisan pertama saya di blog ini. Blog ini adalah tulisan reflektif yang
mencoba untuk mengajak pembaca mengambil hikmah atau pesan dari cerita yang
ditampilkan. Saya ucapkan terima kasih atas support dan saran yang diberikan. (written
by: Saibatul Hamdi)
😊🌑
😭 semua hanya titipan. titipan saja terkadang masih kita sia-siakan .
BalasHapusKarna itulah sya sedih dan merasa brslah tlah mnghilngkn titipan trsbt🙂
BalasHapus