Anak Mangga Vs Anak Telur
Oleh: S. Hamdi
Bersamaku Panji di Averrroes.
Masih terngiang dan terbayang di dalam benakku rasa buah mangga yang manis, tebal, dan ooo nikmat sekali. Belum lagi buah-buah yang lain seperti anggur dan klengkeng. Tetapi mungkin itu hanya sebuah ingatan, karena kini sulit untuk ku dapatkan. Ya, itulah yang selalu dirindukan oleh para anak mangga. Julukan ini diberikan untuk anak-anak averroes yang sering diajak makan mangga oleh pembina Averroes yaitu Bapak Hasan. Hampir setiap malam beliau membeli buah dan buah yang dibeli selalu saja buah mangga meskipun ada beberapa varian buah yang lain. Tidak lupa, setiap beliau membeli mangga, beliau selalu mengajak aku (Panji), Bang Upry, Bang Rahmat, Bang Sumadi, Bang Arif, Bang Yakin, dan Bang Amin, serta masih ada anggota yang lain namun tidak disebutkan untuk menghindari riya.
Lain halnya dengan anak telur yang ada di lantai bawah. Kali ini bukan Pak Hasan, melainkan penanggung jawab Averroes yaitu Pak Rahmad yang secara rutin menyediakan telur untuk anak-anak Averroes di dapur. Hal ini merupakan suatu keberkahan, karena dengan telur itu dapat menjadi lauk untuk makan. Disamping untuk menghemat uang jajan, telur juga berfungsi sebagai makanan substitusi (pengganti) mie instan yang masih menjadi primadona. Jika telur sudah ada di dapur, maka anak Averroes akan mengatur rencana untuk masakannya masing-masing. Meskipun begitu, kerja sama dan rasa setia kawan tetap terjalin.
Setiap pemberian yang dihadiahkan untuk anak-anak Averroes selalu menjadi sumber kebahagiaan. Mengingat, di sini banyak yang berasal dari daerah yang jauh untuk menuntut ilmu. Oleh karenanya, sekecil apapun itu, selalu terpancar rasa bahagia di wajah-wajah kami anak-anak Averroes.
Mungkin setiap kenangan dan kebaikan yang kami dapatkan di sini tidak akan pernah terlupakan di benakku. Akupun teringat sebuah ayat Alquran tentang keutamaan sedekah yang berbunyi:
“261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 261)

Ayat tersebut sangat bermakna dalam kehidupan kita bahwa setiap hadiah yang kita berikan kepada orang lain dengan niat yang tulus dan ikhlas apalagi diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti thalabul ilmi maka Allah senantiasa membalas dengan balasan yang berlipat ganda. Namun kita juga harus ingat bahwa sedekah yang baik adalah sedekah yang diberikan tanpa diungkit dan menyakiti hati penerimanya. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang rajin dalam bersedekah serta tetap rendah hati dengan segala hal yang telah kita miliki.
(Tunggu cerita selanjutnya ya guys!)


Komentar